Panduan Liburan Hemat ke Melaka untuk Wisata Sejarah. Melaka, kota warisan dunia UNESCO sejak 2008, tetap menjadi destinasi wajib bagi pecinta sejarah di tahun 2025 tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Hanya 2–3 jam dari Kuala Lumpur, kota kecil ini menyimpan jejak Kesultanan Melayu, penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris dalam jarak yang bisa ditempuh berjalan kaki atau sepeda. Dengan banyak objek wisata gratis atau berbiaya sangat murah, akomodasi terjangkau, serta kuliner kaki lima yang legendaris, liburan 2–3 hari di Melaka bisa di bawah Rp2 juta per orang jika direncanakan dengan baik. BERITA BOLA
Transportasi Murah dan Praktis: Panduan Liburan Hemat ke Melaka untuk Wisata Sejarah
Cara termurah ke Melaka dari Kuala Lumpur adalah naik bus dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan tarif sekitar RM 12–18 sekali jalan, berangkat setiap 30 menit. Dari Singapura juga tersedia bus langsung dengan harga mulai SGD 20. Sesampainya di Melaka Sentral, lanjutkan dengan bus lokal nomor 17 (RM 2) yang langsung menuju pusat kota warisan. Alternatif lebih hemat lagi: sewa sepeda seharian hanya RM 8–15 atau gunakan aplikasi grab bike yang jarang lebih dari RM 5 per perjalanan di dalam kota. Jalan kaki juga sangat menyenangkan karena hampir semua situs sejarah berjarak kurang dari 2 km satu sama lain.
Tempat Wisata Ikonik dengan Biaya Minim: Panduan Liburan Hemat ke Melaka untuk Wisata Sejarah
Kawasan inti Melaka banyak yang gratis. Stadthuys, Gereja Christ Church, A Famosa, dan Bukit St. Paul bisa dikunjungi tanpa tiket masuk. Museum Samudera (replika kapal Flor de la Mar) dan Menara Taming Sari hanya mengenakan biaya RM 20–25 dewasa, tetapi anak-anak dan warga senior sering mendapat diskon besar. Untuk masuk ke dalam Bangunan Stadthuys yang kini menjadi Muzium Sejarah & Etnografi cukup RM 10. Masjid Kampung Kling, Kuil Cheng Hoon Teng, dan Masjid Kampung Hulu (masjid tertua di Malaysia) semuanya gratis dan boleh dikunjungi dengan berpakaian sopan. Jalan-jalan di Jonker Walk pada malam hari juga gratis total sambil menikmati suasana lampion dan pasar malam akhir pekan.
Penginapan dan Makan yang Ramah Kantong
Penginapan di Melaka sangat beragam harganya. Hostel berkualitas dengan AC dan Wi-Fi bisa didapat mulai RM 35 per malam per orang, sementara guest house nyaman di sekitar Heeren Street atau Jalan Tukang Besi rata-rata RM 90–150 per kamar untuk dua orang. Pesan jauh hari melalui platform online biasanya lebih murah 20–30%. Untuk makan, hindari restoran turis di sepanjang sungai. Cendol, nasi lemak, ayam pongteh, dan popiah di kedai lokal hanya RM 4–8 per porsi. Jonker Street Night Market (Jumat–Minggu) adalah surga kuliner dengan harga mulai RM 3. Jangan lupa coba ikan bakar dan satay celup di Medan Selera sekitar Banda Hilir yang buka sampai larut malam dengan harga sangat terjangkau.
Kesimpulan
Melaka membuktikan bahwa wisata sejarah berkelas dunia tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan transportasi umum, berjalan kaki atau sepeda, menginap di guest house lokal, dan makan di kedai tradisional, Anda bisa menikmati kekayaan sejarah 600 tahun hanya dengan budget minimalis. Kota ini tetap autentik, ramah, dan mudah dijelajahi tanpa perlu tur berbayar mahal. Cukup bawa sepatu nyaman, botol air, dan rasa ingin tahu – Melaka akan memberikan pengalaman perjalanan waktu yang tak ternilai dengan harga yang sangat bersahabat.