Menikmati Pemandangan Ikonik di Jembatan Suramadu. Akhir November 2025, Jembatan Suramadu masih menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin melihat pemandangan paling epik di Jawa Timur. Jembatan sepanjang 5,4 kilometer yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini bukan sekadar jalur transportasi, tapi juga spot foto, tempat nongkrong malam, bahkan lokasi lari pagi yang selalu ramai. Dengan latar Selat Madura yang biru dan lampu-lampu kota yang berkelap-kelip, jembatan ini menawarkan panorama 360 derajat yang sulit dilupain. Tahun ini, kunjungan wisatawan ke area khusus penikmat pemandangan di kedua ujung jembatan naik hampir 20 persen, membuktikan pesonanya tak pernah pudar meski sudah berusia 16 tahun. BERITA BOLA
Keindahan yang Berubah Sepanjang Hari: Menikmati Pemandangan Ikonik di Jembatan Suramadu
Pagi hari, Jembatan Suramadu diselimuti kabut tipis dan sinar matahari yang baru muncul dari arah timur, membuat siluet jembatan terlihat seperti lukisan. Banyak pelari dan pesepeda yang memulai hari di jalur khusus sepanjang 2,5 kilometer di sisi barat. Siang hari, warna biru laut dan langit bersaing cantik, cocok untuk foto dengan drone atau sekadar selfie. Tapi puncaknya tetap saat senja dan malam: langit jingga perlahan berganti ungu, lalu ribuan lampu LED di sepanjang kabel jembatan menyala, menciptakan efek “kalung cahaya” yang terkenal itu. Dari ketinggian 70 meter di bagian tengah, pemandangan kapal-kapal nelayan dan pulau-pulau kecil di kejauhan terlihat begitu jelas, seolah dunia berhenti sejenak hanya untuk kita nikmati.
Spot Terbaik untuk Menikmati Pemandangan: Menikmati Pemandangan Ikonik di Jembatan Suramadu
Di sisi Surabaya, area Taman Rekreasi Jembatan Suramadu (TRJS) tetap jadi favorit. Ada dek observasi setinggi 15 meter, tempat kita bisa melihat seluruh lengkung jembatan tanpa terhalang pagar. Di sisi Madura, Anjungan Cinta Bangkalan lebih tenang, dengan bangku-bangku kayu menghadap langsung ke laut dan jembatan. Banyak pasangan yang datang hanya untuk duduk berdua sambil menikmati angin laut. Jalur pejalan kaki di sisi barat jembatan juga selalu ramai, terutama malam Minggu, karena lampu-lampu kota Surabaya terlihat seperti permadani bercahaya. Beberapa titik bahkan dilengkapi lampu sorot khusus untuk foto malam, jadi hasilnya selalu instagrammable tanpa edit berlebihan.
Fasilitas dan Aktivitas Pendukung
Tahun ini, pemerintah setempat menambah beberapa fasilitas baru: charging station tenaga surya, tempat bilas untuk pesepeda, dan food court kecil di kedua anjungan. Parkir juga diperluas, jadi tidak perlu lagi berebut tempat. Setiap akhir pekan, ada komunitas fotografi yang mengadakan hunting malam gratis, lengkap dengan guide untuk spot terbaik. Bagi yang suka olahraga, ada event lari 5K dan 10K rutin tiap bulan yang start dari sisi Surabaya. Yang paling baru, jalur sepeda kini diberi marking khusus dan lampu sensor gerak, jadi aman dilalui sampai pukul sebelas malam. Semua fasilitas ini membuat menikmati pemandangan di sini tidak hanya indah, tapi juga nyaman dan aman.
Kesimpulan
Jembatan Suramadu bukan sekadar penghubung dua pulau, tapi juga simbol kebanggaan yang terus memberi keajaiban visual setiap hari. Di akhir 2025 ini, ketika banyak orang butuh tempat untuk sejenak melupakan rutinitas, jembatan ini seperti mengulurkan tangan dan berkata, “Datanglah, lihat betapa indahnya hidup dari sini.” Entah pagi, siang, atau malam, selalu ada alasan untuk mampir, berdiri di tepi laut, dan membiarkan angin Selat Madura membawa semua penat pergi. Dan itulah mengapa, meski sudah belasan tahun berdiri, Jembatan Suramadu tetap jadi salah satu pemandangan paling ikonik yang tak pernah membosankan.